Monday, December 31, 2007

perkawinan yang rasional

beberapa bulan lalu, seorang anak bertanya kepadaku, "oom, kenapa sih orang gede harus punya istri atau suami?" sebelum aku menjawab dengan segala konsep yang akan merusak anak itu, orang tua anak tersebut menjawab, "ya kan tuhan menciptakan kita sepasang, pria dan wanita. jadi emang sudah dibuat begitu"


perintah tuhan? hmmm... bagaimana dengan orang-orang yang tidak menikah? berdosakah? pendeta? pastor? rahib? atau mungkin anda juga belum? :) sejak hari itu aku sering bertanya ke teman-temanku, "mengapa mereka pacaran?" atau "mengapa mereka menikah?"

berikut ini adalah beberapa hasil wawancara asli dengan mereka. nama disamarkan, jenis kelamin, umur, single, dan latar belakang tidak disamarkan. berhubung tidak semua percakapan direkam, ada beberapa kalimat yang tidak sesuai kalimat aslinya. "x" adalah namaku. enjoy!

amanda, wanita, 31 tahun, pekerja kantoran, beberapa bulan lagi akan menikah.
x : kok kamu milih pacarmu yang sekarang?
a : ya karena cinta
x : kenapa kamu cinta?
a : nggak tahu, bukannya "love doesn't have any reasons"?
x : wow, jadi cinta itu emosional ya, unexplainable.
a : ya begitulah
x : trus kenapa kamu mau merit sama dia?
a : karena kita berdua udah siap. udah kelamaan pacaran. mental udah siap. duit udah ada. orang tua udah setuju.
x : aneh
a : aneh kenapa?
x : alasan kamu merit sangat rasional
a : trus?
x : kenapa pacaran adalah emosional, sedangkan merit adalah rasional?
a : udah ah, lu bikin orang ga jadi kawin aja!

ferry, pria, 28 tahun, usaha sendiri, sudah menikah.
x : kenapa kamu menikah?
f : gwe takut kesepian
x : maksudnya?
f : gwe anak tunggal, lahir sendirian. orang tua udah tua. suatu saat mereka akan ga ada.
x : trus?
f : saat mreka ga ada gwe sendiri dong. jadi gwe butuh istri dan anak-anak. at least ada yang ngubur gwe ntar.
x : knapa ga bikin surat notaris aja, minta dikubur, bayar orang.
f : gokil lu ah!

tasya, wanita, 23 tahun, pekerja kantoran, sudah menikah.
x : kenapa kamu merit?
t : ya karena willy [nama suaminya] udah siap
x : siap apa?
t : ya udah punya duit, punya rumah, punya mobil, punya kerjaan
x : jadi seorang pria dinilai siap atau nggak dari situ
t : nggak juga sih
x : trus dari apa?
t : dari kemampuan menghidupi istri dan anak-anak dong
x : dua alesanmu yang terakhir sama aja tau nggak *sinis*

herry, pria, 28 tahun, pekerja kantoran, akan menikah tahun 2008
x : kamu jadi merit ma merry tahun depan?
h : jadi dong. kenapa?
x : kenapa kamu merit ma dia?
h : karena gwe cinta dia lah. udah ah ga usah nanya aneh-aneh
x : kalo cinta kenapa harus nikah?
h : ya karena udah lebih dari sayang
x : emang bedanya cinta sama sayang apa?
h : cinta itu lebih dari sayang kali ya, ada unsur lust-nya
x : lust? wuih, berarti ada kemungkinan ga sarafmu salah nerjemahin
h : nerjemahin apa?
x : horny dibilang cinta misalnya...
h : begooooooo!

willy, wanita, 26 tahun, pencari kerja abadi, baru aja dilamar [kayaknya sih ga akan sempet kerja, bakal jadi ibu rumah tangga secara calon suaminya tajir abis boooo]
x : kenapa ya cowok ma cewek harus merit?
w : ya emang udah gitu, udah kodratnya
x : kenapa cowok kamu ngelamar kamu?
w : karena dia cinta gwe lah!
x : kalo cinta harus dilamar kah?
w : ya iya lah!
x : kalo ada orang yang jatuh cinta sama orang yang tidak semestinya gimana?
w : maksudnya?
x : ya kayak di cerita-cerita dongeng itu. "pangeran, kalau kamu mencintaiku, biarkan aku bahagia, menikah dengan pangeran lain"
w : nggak lah, buat gwe cinta itu bukan memberi kebagahiaan, tapi bahagia bersama.
x : emang kamu bahagia sama calonmu itu?
w : pastilah
x : kenapa?
w : ya dia selalu ada di saat gwe butuh, bikin gwe ketawa, support gwe baik secara moral maupun materi.
x : hmmm... [jadi dia nyari pembantu, pelawak, motivator, dan penyandang dana]
w : gitu...
x : terus suamimu bahagia sama kamu?
w : pastilah
x : emang dia dapet apa dari kamu?
w : hmmmmmmmmmm....

so... friends, mengapa kamu menikah? mengapa kamu pacaran? mengapa kamu memilih pasanganmu? post your reasons here. terserah deh mau pakai nama bener atau samaran. just let me know. thanx.

Tuesday, December 25, 2007

anugerah dari surga

natal tahun ini berbeda dengan tahun biasanya? apa sih yang berbeda? hmmm... ada idul adha, cuti bersama, har-pit-nas. ya begitulah, libur natal kali ini lebih panjang dari biasanya. libur ini juga membuatku mengunjungi acara natal lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.


di sebuah gereja, ada acara yang cukup unik. para keluarga gereja, pada minggu-minggu sebelumnya memberikan testimony mengenai berkat-berkat Tuhan selama tahun 2007 ini. kemudian, saat kebaktian natal, testimony mereka ini ditampilkan, beserta dengan foto-foto mereka yang penuh senyum. awalnya saat membaca testimony-testimony tersebut, aku merasa aneh, karena yang ditampilkan adalah hal yang sangat biasa : kembalinya ayah dan ibu setelah berpisah beberapa lama, naiknya gaji 17%, berhasil lulus kuliah, dapat kekasih, lepas dari narkoba, lepas dari jeratan hutang dan sebagainya. aku sendiri bingung. memang selama ini aku mendapat pemeliharaan dari Tuhan yang cukup berarti, tapi hal yang sama juga didapatkan dari para atheis. lagipula, masih ada daftar panjang doaku yang belum dikabulkan tuhan. anyway, aku tetap bersyukur atas kehidupanku. aku tetap sadar masih banyak orang yang lebih kurang beruntung.

siang itu, seorang teman mengirimkan sms kepadaku. katanya, dia senang karena sudah 2 hari ini suaminya menemani dia. aku sempat terdiam beberapa saat. suami istri yang lain berkumpul setiap hari, dan dia bahagia karena dia berkumpul dengan suaminya 2 hari ini. ini seperti hentakan keras buatku.

orang yang bersaksi mengenai kembalinya ayah dan ibunya setelah berpisah, tentunya sangat bahagia, dan kebahagiaan ini tentunya tidak dapat dimengerti oleh orang lain yang ayah ibunya selalu rukun. naiknya gaji 17% ini, tentunya tidak dimengerti oleh orang-orang yang bekerja di company besar dan mengalami kenaikan 10%-15% per tahun, tapi merupakan suatu berkat tersendiri bagi orang yang bekerja di perusahaan kecil. kesaksian lulus kuliah juga merupakan hal yang biasa bagi teman-teman yang sudah lulus kuliah, tapi bagi beberapa orang yang untuk makan sehari-hari saja sudah sport jantung, ini adalah hal luar biasa! dapat kekasih mungkin biasa bagi yang sudah menikah, hei... tentunya kalian masih menghargai pernikahan kalian kan? karena itu berkat luar biasa, lho. lepas dari jeratan narkoba dan hutang tentu juga bukan berkat buat orang yang belum pernah merasakannya.

regular happenings in our life, could become a great blessing for others. apakah natalmu full of blessing? masih adakah orang-orang yang sempat mengeluh banyak doanya tidak dikabulkan? ingat, saat kamu berdoa meminta kekuatan, Tuhan tidak menjatuhkan kekuatan dari langit, tapi Dia memberimu kesempatan untuk menjadi kuat. saat kamu berdoa meminta keharmonisan keluarga, Dia tidak memberi keharmonisan dari langit, tapi Dia memberimu peluang bagi keluargamu. sudahkah kita mengambil kesempatan itu? ...kesempatan-kesempatan yang kita sebut sebagai anugerah.

nikmati natal yang penuh berkat, my friend!