beberapa bulan lalu, seorang anak bertanya kepadaku, "oom, kenapa sih orang gede harus punya istri atau suami?" sebelum aku menjawab dengan segala konsep yang akan merusak anak itu, orang tua anak tersebut menjawab, "ya kan tuhan menciptakan kita sepasang, pria dan wanita. jadi emang sudah dibuat begitu"

perintah tuhan? hmmm... bagaimana dengan orang-orang yang tidak menikah? berdosakah? pendeta? pastor? rahib? atau mungkin anda juga belum? :) sejak hari itu aku sering bertanya ke teman-temanku, "mengapa mereka pacaran?" atau "mengapa mereka menikah?"
berikut ini adalah beberapa hasil wawancara asli dengan mereka. nama disamarkan, jenis kelamin, umur, single, dan latar belakang tidak disamarkan. berhubung tidak semua percakapan direkam, ada beberapa kalimat yang tidak sesuai kalimat aslinya. "x" adalah namaku. enjoy!
amanda, wanita, 31 tahun, pekerja kantoran, beberapa bulan lagi akan menikah.
x : kok kamu milih pacarmu yang sekarang?
a : ya karena cinta
x : kenapa kamu cinta?
a : nggak tahu, bukannya "love doesn't have any reasons"?
x : wow, jadi cinta itu emosional ya, unexplainable.
a : ya begitulah
x : trus kenapa kamu mau merit sama dia?
a : karena kita berdua udah siap. udah kelamaan pacaran. mental udah siap. duit udah ada. orang tua udah setuju.
x : aneh
a : aneh kenapa?
x : alasan kamu merit sangat rasional
a : trus?
x : kenapa pacaran adalah emosional, sedangkan merit adalah rasional?
a : udah ah, lu bikin orang ga jadi kawin aja!
ferry, pria, 28 tahun, usaha sendiri, sudah menikah.
x : kenapa kamu menikah?
f : gwe takut kesepian
x : maksudnya?
f : gwe anak tunggal, lahir sendirian. orang tua udah tua. suatu saat mereka akan ga ada.
x : trus?
f : saat mreka ga ada gwe sendiri dong. jadi gwe butuh istri dan anak-anak. at least ada yang ngubur gwe ntar.
x : knapa ga bikin surat notaris aja, minta dikubur, bayar orang.
f : gokil lu ah!
tasya, wanita, 23 tahun, pekerja kantoran, sudah menikah.
x : kenapa kamu merit?
t : ya karena willy [nama suaminya] udah siap
x : siap apa?
t : ya udah punya duit, punya rumah, punya mobil, punya kerjaan
x : jadi seorang pria dinilai siap atau nggak dari situ
t : nggak juga sih
x : trus dari apa?
t : dari kemampuan menghidupi istri dan anak-anak dong
x : dua alesanmu yang terakhir sama aja tau nggak *sinis*
herry, pria, 28 tahun, pekerja kantoran, akan menikah tahun 2008
x : kamu jadi merit ma merry tahun depan?
h : jadi dong. kenapa?
x : kenapa kamu merit ma dia?
h : karena gwe cinta dia lah. udah ah ga usah nanya aneh-aneh
x : kalo cinta kenapa harus nikah?
h : ya karena udah lebih dari sayang
x : emang bedanya cinta sama sayang apa?
h : cinta itu lebih dari sayang kali ya, ada unsur lust-nya
x : lust? wuih, berarti ada kemungkinan ga sarafmu salah nerjemahin
h : nerjemahin apa?
x : horny dibilang cinta misalnya...
h : begooooooo!
willy, wanita, 26 tahun, pencari kerja abadi, baru aja dilamar [kayaknya sih ga akan sempet kerja, bakal jadi ibu rumah tangga secara calon suaminya tajir abis boooo]
x : kenapa ya cowok ma cewek harus merit?
w : ya emang udah gitu, udah kodratnya
x : kenapa cowok kamu ngelamar kamu?
w : karena dia cinta gwe lah!
x : kalo cinta harus dilamar kah?
w : ya iya lah!
x : kalo ada orang yang jatuh cinta sama orang yang tidak semestinya gimana?
w : maksudnya?
x : ya kayak di cerita-cerita dongeng itu. "pangeran, kalau kamu mencintaiku, biarkan aku bahagia, menikah dengan pangeran lain"
w : nggak lah, buat gwe cinta itu bukan memberi kebagahiaan, tapi bahagia bersama.
x : emang kamu bahagia sama calonmu itu?
w : pastilah
x : kenapa?
w : ya dia selalu ada di saat gwe butuh, bikin gwe ketawa, support gwe baik secara moral maupun materi.
x : hmmm... [jadi dia nyari pembantu, pelawak, motivator, dan penyandang dana]
w : gitu...
x : terus suamimu bahagia sama kamu?
w : pastilah
x : emang dia dapet apa dari kamu?
w : hmmmmmmmmmm....
so... friends, mengapa kamu menikah? mengapa kamu pacaran? mengapa kamu memilih pasanganmu? post your reasons here. terserah deh mau pakai nama bener atau samaran. just let me know. thanx.


