linda yang baru memasuki kelas 3 sd, membalik halaman bukunya "kehidupan laba-laba". dia duduk di depan televisi bersama ayahnya.
"ayah, siapa yang mengajari laba-laba membuat sarang? bukankah sejak kecil mereka ditinggal oleh papa mamanya?" tanya linda kepada ayahnya.
ayahnya berpikir sejenak, otaknya yang kecil itu tidak sanggup mengingat apakah guru sd nya dulu pernah mengajarinya atau tidak.
"tidak ada linda, cara membuat sarang itu sudah ada di dalam otak laba-laba sejak mereka lahir..." kata ayahnya dengan sedikit keraguan.
linda membaca bukunya kembali. beberapa saat kemudian dia melihat ayahnya lagi.
"ayah, mengapa beberapa laba-laba black widow memakan suaminya sendiri?" tanya linda kembali.
"itu juga sudah ada dalam otak mereka linda. tidak ada yang mengajarinya. dan itu memang dibuat Tuhan demi kebaikan. dalam kasus ini mereka memakan suaminya untuk makan dan seleksi mana yang baik mana yang tidak." jawab ayahnya sekenanya.
linda yang kebingungan karena belum pernah membaca mengenai seleksi alam, menutup bukunya. dia memilih untuk menonton televisi bersama ayahnya. di tv sedang ada adegan sekelompok massa yang memukuli massa lain dengan bambu di monas. kemudian, adegan di tv selanjutnya adalah tentang liputan pembunuhan sebuah keluarga pedagang emas di suatu kota.
"ayah, mengapa orang menyakiti orang lain?" kata linda lagi.
"macam-macam linda, bisa karena uang, bisa karena pandangan yang berbeda..." kata ayahnya yang mulai kebingungan.
"apa yang membuat mereka begitu ayah? apakah seperti laba-laba black widow itu? untuk makan?" tanya linda lagi dengan tidak sabar.
"bukan linda... manusia tidak seperti binatang. binatang membunuh hanya untuk membela diri atau makan. tapi manusia punya alasan lain. kadang ada bisikan iblis... atau setan... atau kuasa kegelapan... yang membuat manusia tega menyakiti sesama. karena kuasa kegelapanlah manusia berbohong, menyakiti orang lain, mencuri, malas, merusak, dan membunuh" kata ayahnya sambil mematikan televisi. dia khawatir tontonan di televisi akan membuat linda mengajukan pertanyaan yang lebih sulit.
linda terdiam sejenak. dia mulai membuka-buka buku laba-labanya kembali.
linda menutup bukunya lagi, dan memandang ayahnya untuk kesekian kalinya...
"ayah..." kata linda perlahan sambil menarik nafas...
dia melanjutkan pertanyaannya "apakah mungkin di otak manusia sudah ada ajaran untuk menyakiti sesamanya sejak lahir dan manusia menyalahkan iblis dan setan untuk semua perbuatan jahatnya?"




