Sunday, June 17, 2007

rumput tetangga lebih hijau

seorang temanku baru saja resign dari sebuah perusahaan tempatnya bekerja. perusahaan tersebut cukup terkemuka. tidak tanggung-tanggung, temanku tersebut pindah ke perusahaan kompetitor.

memang, kata seorang temanku di sebuah perusahaan headhunter kecil, dari awal tahun sampai tengah tahun biasa banyak orang berpindah perusahaan. alasannya sederhana, pada umumnya orang menerima bonus dan insentif di akhir tahun. setelah menerima cukup uang, dia akan mencari tempat lain mulai bulan pertama tahun berikutnya. "biasanya, yang tetap tinggal di tempat lama pada bulan juli a
dalah kumpulan dead woods", begitu kelakar yang sering dilontarkan temanku.


perusahaan lama tempat temanku bekerja sempat dilanda kepanikan "kecil". ya, temanku adalah orang yang memegang peranan cukup penting di perusahaannya. dengan pindahnya dia ke kompetitor, tentunya rekan-rekannya khawatir jika ada rahasia perusahaan yang bocor ke tangan kompetitor. untuk menenangkan keadaan, salah satu manager senior di tempat lamanya membuat tulisan untuk majalah dinding di perusahaan. menggunakan pepatah lama, "rumput tetangga terihat lebih hijau", tulisan itu mengkritik tindakan temanku. intinya, pindah ke perusahaan lain tidak seindah yang dibayangkan. walau mendapat gaji 3 kali lipat, kompetitor yang membajak orang itu nantinya akan sadar jika membayar orang tersebut terlalu mahal. tulisan ini disebarkan ke puluhan cabang, dan ditempel di majalah dinding cabang-cabang terkait.


saya tidak membahas mengenai etika pindah ke bisnis yang sama. saya juga tidak mau membahas mengenai tulisan manager senior yang berkesan "reaktif" tersebut. yang saya ingin kita renungkan adalah peranan "pemilik rumah", yaitu jajaran manajemen sampai direksi perusahaan tersebut. kita sebut saja mereka sebagai "pemilik rumah".

dengan adanya kejadian ini, "pemilik rumah" seharusnya melakukan beberapa tindakan. pertama, ada baiknya dia menanyakan kepada tetangganya, bagaimana cara tetangganya merawat rumputnya sehingga terlihat lebih hijau. bagaimana memilih bibitnya, pupuk apa yang digunakan, dan bagaimana cara merawat rumput tersebut saat rumput ingin tumbuh lebih tinggi. bibit berbicara tentang bagaimana mereka merekrut pegawainya. pupuk berbicara mengenai kompensasi dan benefit, roles yang jelas dalam perusahaan, dan bagaimana perusahaan mengembangkan karyawannya melalui training dan program-program terpadu. cara merawat berbicara tentang jenjang karir. selalu ingat prinsip "you pay peanut, you get monkey".


selain itu, "pemilik rumah" seharusnya mengamati, apakah ada hama yang mengganggu rumputnya. jangan-jangan ada tikus tanah yang menggali lubang di sana-sini. dalam perusahaan banyak personel yang terus "menggali lubang" bagi teman-teman sekerjanya sehingga temannya tidak dapat maju. mungkin juga tikus tanah itu berada pada posisi yang sedemikian rupa sehingga menghambat jenjang karir seseorang. atau jangan-jangan... ada tumbuhan parasit yang menyerap gizi rumput-rumput di halaman. korupsi di sebuah perusahaan mengurangi profitabilitas di perusahaan tersebut. akibatnya jelas, kemampuan perusahaan menggaji karyawan yang tidak korupsi akan berkurang. jangan pernah ragu untuk mencabut parasit tersebut dengan cepat.

langkah lain yang harus dilakukan "pemilik rumah" mungkin saja memeriksa tanah yang menjadi tempat tumbuhnya rumput. jika tanah sudah mengeras, tak ada jalan lain. tanah tersebut harus dicangkul kembali sehingga bagian tanah yang gembur naik ke atas. memang ada akibatnya, yaitu matinya beberapa rumput yang tumbuh di tanah yang keras. tapi rumput-rumput baru akan tumbuh dengan subur. di sebuah perusahaan kadang ada fondasi yang sudah membumi; budaya feodal, nepotisme, budaya apatis, masing-masing bertahan pada "kotak"nya, politik kantor yang kotor, dan sebagainya. "pemilik rumah" harus mampu menghancurkan, dan membangun fondasi yang baru. tentunya akan banyak orang "berkarat" yang harus disingkirkan. demi kelangsungan hidup pertumbuhan benih rumput yang lebih unggul, hal ini harus dilakukan.


pesan saya untuk "kelinci-kelinci" [gantilah dengan kata kuda, sapi, kambing, domba, dan pemakan rumput lainnya] yang pindah ke halaman tetangga karena rumput mereka terlihat lebih hijau? hanya satu... pastikan rumput tetangga yang lebih hijau itu bukan rumput plastik!