Monday, February 26, 2007

bacaan sebelum menikah

seorang teman lamaku menelpon sore tadi, dia hendak menikah bulan depan. sudah lama kami tidak berbicara. saat kuliah dulu, akulah konsultan pribadinya. temanku ini salah satu orang yang menganggap aku ekstrim dalam memandang masalah pacaran, jodoh, perkawinan, dan hal-hal yang berkaitan dengan itu.


singkatnya, temanku bercerita bahwa dia sebenarnya ragu-ragu dengan calon suaminya. setelah berbicara cukup lama aku menceritakan padanya sebuah kisah lama. sebuah kisah tentang plato.

suatu hari, plato bertanya pada gurunya, "apa itu cinta?" gurunya menjawab, "ada sebuah hutan di depan, berjalanlah ke dalamnya, ambil satu ranting yang kamu anggap paling baik, dan kembalilah ke sini". plato berjalan ke dalam hutan. setelah cukup lama, plato kembali dengan tangan kosong. "aku berjalan di dalam hutan, mengambil satu ranting, kemudian berjalan lagi aku menemukan sebuah ranting yang kuanggap baik. ranting yang lama kubuang, kuambil ranting yang baru. tapi aku berpikir, mungkin aku akan mendapat ranting yang lebih baik jika aku berjalan lebih jauh. ranting di tanganku kubuang. akhirnya, aku tidak mendapatkan ranting satupun" gurunya menjawab, "itulah cinta"

di hari yang lain plato bertanya pada gurunya, "apa itu perkawinan?". gurunya menjawab "masuklah lagi ke dalam hutan, tebanglah pohon yang paling tinggi dan indah, kemudian kembalilah ke sini".
plato berjalan ke dalam hutan, dan kembali dengan membawa sebatang pohon yang kecil, tidak indah. "dari pengalamanku, aku sulit mendapatkan ranting. setelah berputar-putar cukup lama, aku tidak ingin kembali dengan tangan kosong. jadi sebelum kembali, kutebang pohon yang biasa saja ini". gurunya menjawab, "itulah perkawinan"

temanku terdiam. dia berusaha menjawab dengan suara parau... hampir menangis.

aku berusaha menghiburnya. menurutnya, dia sudah berusaha berusaha mencari yang terbaik selama masa pacaran, tapi dia ragu karena orang pada intinya akan berubah. dia juga ragu, apakah pilihan yang terbaiknya memang benar-benar yang terbaik.

ya, semua orang akan berubah. masa pacaran tidak menggambarkan semuanya. walaupun tergambar hampir semuanya, orang tetap akan berubah. yang tadinya lembut, dapat menjadi kasar. yang tadinya cantik dan langsing, dapat menggendut. yang tadinya setia, dapat puber ke-2. yang kekanak-kanakan, dapat menjadi dewasa. yang tadinya miskin, dapat menjadi kaya. yang tadinya pemurung, dapat menjadi periang. yang tadinya pendiam, dapat menjadi cerewet. yang tadinya menyebalkan, dapat jadi menyenangkan. ...atau sebaliknya.

kita tidak pernah tahu... dan tidak akan pernah tahu.

Thursday, February 01, 2007

bakteri di sekeliling kita

pernah dengar kalimat :


"gaji di perusahaan x tempatku bekerja ini kecil"
"di perusahaan x tempatku bekerja ini nggak enak... managementnya sucks"
"orang-orang di perusahaan x tempatku bekerja nggak asyik"


yang aneh, kalimat ini seringkali didengar dari orang yang sama, terulang setiap tahun. artinya orang yang mengucapkan ini banyak dari karyawan yang masa kerjanya lama. mari kita simak fakta berikut :

pertumbuhan bakteri lebih mengacu kepada pertambahan jumlah sel, bukan mengacu kepada perkembangan individu organisme sel. bakteri memiliki kemampuan untuk menggandakan diri secara eksponensial dikarenakan sistem reproduksinya adalah pembelahan biner melintang, dimana tiap sel membelah diri menjadi dua sel. berikut contoh jumlah sel hasil perkembangan bakteri, seiring dengan berjalannya waktu :

waktu -- jumlah sel
t1 -- 1 sel
t2 -- 2 sel
t3 -- 4 sel
t4 -- 8 sel
t5 -- 16 sel
t6 -- 32 sel
t7 -- 64 sel
t8 -- 128 sel
t9 -- 256 sel
t10 -- 512 sel

secara matematis, seharusnya sel bakteri terus bertambah, tapi kenyataannya tidak. suatu saat pertumbuhan bakteri akan berhenti karena sokongan nutrisi dari lingkungan tidak cukup lagi. akibatnya banyak bakteri yang mati. setelah itu juga terjadi penumpukan racun. semakin banyak bakteri yang mati. berikut kurva pertumbuhan bakteri :


berikut keterangan kurva pertumbuhan bakteri :

lag (lambat) : tidak ada pertumbuhan populasi karena sel mengalami perubahan komposisi kimiawi dan ukuran serta bertambahnya substansi intraseluler sehingga siap untuk membelah diri.

eksponensial : sel membelah diri dengan laju yang konstan, massa menjadi dua kali lipat, keadaan pertumbuhan seimbang.

stationary (stasioner/tetap) : terjadinya penumpukan racun akibat metabolisme sel dan kandungan nutrien mulai habis, akibatnya terjadi kompetisi nutrisi sehingga beberapa sel mati dan lainnya tetap tumbuh. jumlah sel menjadi konstan.

decline / death (kematian) : sel menjadi mati akibat penumpukan racun dan habisnya nutrisi, menyebabkan jumlah sel yang mati lebih banyak sehingga mengalami penurunan jumlah sel secara eksponensial.

di dunia kerja, seringkali satu orang mendemotivasi rekan sekantornya. tapi yang bersangkutan sendiri tetap bertahan lama, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun... dan seterusnya. mereka tetap bertahan di situasi yang menurut kesaksian mereka tidak enak. comfort zone? belum tentu juga! seringkali setelah ditelusuri, kenyataannya tidak seperti yang mereka katakan. mereka pernah membandingkan pekerjaannya dengan teman-temannya atau dengan pengalamannya di tempat lain. hasilnya? menurutnya, di tempatnya sekarang lebih baik. [kalau tidak, tentunya dia sudah pindah]. hanya saja orang tersebut terus mendemotivasi orang-orang di sekelilingnya. setelah direnungkan, ternyata pola ini mengikuti pertumbuhan bakteri. untuk menjaga "nutrisi" yang diperolehnya, secara alamiah seseorang akan mendemotivasi orang lain di tempat kerjanya.

homo homini cocci, manusia adalah bakteri untuk manusia lainnya. ingin menjadi bakteri bagi orang lain?