what money can buy? a bed, but not a sleep. a house, but not a home. blablabla... dan seterusnya. baru-baru ini saya jalan-jalan ke salah satu bangunan tempat wanita menghabiskan uang [baca : tempat shopping]. di sana terpampang beberapa poster bertuliskan :
"whoever said that money can't buy happiness simply didn't know where to go shopping"

kalimat itu terdengar "lucu", tapi membuat saya berpikir kembali tentang uang. dengan uang, kita harus membeli kebutuhan kita yang paling mendasar : makanan, pakaian, tempat tinggal, dan ice cream [begitu kata buku-buku]. dengan uang pula seseorang diukur kesuksesannya. bahkan tak jarang orang tua mengatakan anaknya sudah "jadi orang" atau belum dengan ukuran kesuksesan yang sama : uang yang diterima anaknya dari hasil kerjanya [baca : uang yang diterima si orang tua juga dari anaknya].
ini kenyataan, manakah yang berpeluang lebih besar untuk berbuat baik? orang yang punya uang atau tidak punya uang? abaikan saja kata-kata iri dari orang bahwa orang kaya lebih sulit masuk surga karena banyaknya godaan atau caranya menjadi kaya, kenyataannya mereka lebih mampu untuk melakukan hal simple seperti menyumbang korban bencana alam. see? dari urusan jasmani, sampai rohani, semua butuh uang.
masih tidak terima? buat orang-orang gajian... apa sih yang anda tunggu di akhir bulan? sekarung beras dari perusahaan? dua karung? lima karung? bukan? jawabannya : uang! buat pengusaha juga sama. apa yang anda harap dari usaha anda? menghidupi 20 karyawan anda dengan profit anda, dan 0 rupiah untuk anda? hmmm.. uang...
apakah benar begitu? dari kecil saya selalu dinasehati banyak orang "uang bukan segalanya", "being greed is not good", dan sebagainya. tapi hari ini seorang teman saya memberi pencerahan baru: "uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang" . benarkah?


