siapa tak kenal lalu lintas jakarta? macet, panas, emosi, egois, memuakkan. tak ada satu kata tunggal yang tepat untuk menggambarkannya.
kejadian pertamaberawal awal tahun 2005. waktu itu saya sedang naik motor di jalur kiri. agak gerimis. mobil di kanan saya tiba-tiba memberi sen kanan. saya pikir aman. saat di perempatan, tiba-tiba dia belok kiri dengan lampu sein kanan berkedip-kedip. saya berusaha menginjak rem dan menekan rem dengan tangan. tapi karena hujan, licin. saya terjatuh, spion hancur, kaca helm hancur, kacamata bengkok, dan badan luka-luka. mobil tersebut malah menambah kecepatannya dan ambil putaran seribu [apa ya kata yang sepadan dengan "langkah seribu"?]. seandainya anda adalah orang yang mengendarai mobil itu... saya maafkan anda. jangan lupa transfer serelanya ke BCA 4661212564 untuk penggantian segala sesuatu yang rusak. saya sudah lupa karena jumlahnya tak terlalu besar. jadi harusnya anda tak perlu lari ketakutan seperti itu.
kejadian kedua
di tahun 2006. saat itu saya sedang mengendarai mobil di lajur tengah. setiap memberi sein kanan, mobil di kanan yang masih berjarak 100 meter mengedip-ngedipkan "matanya" sambil "berteriak" keras-keras. semakin diberi sein, semakin bereaksi. saya berusaha bersabar. akhirnya kanan saya kosong. saya tetap memberi sein, belok pindah jalur kanan. tiba-tiba motor yang berada di kiri saya pindah 2 jalur ke kanan, melaju. brak! motor itu meninggalkan jejaknya di pintu kanan mobil saya. saya membunyikan klakson. dia berhenti perlahan, saya juga berhenti. dia membuka helmnya dan mengacungkan jempol. mungkin dia kira dia adalah artis iklan motor. kemudian dia tersenyum dan melaju lagi. jika anda adalah orang yang mengendarai motor itu... saya maafkan anda. jangan lupa transfer Rp 250,000 ke BCA 4661212564 untuk pengecatan waktu itu. jangan lupa dihitung inflasinya ya.
kejadian ketiga
saat puasa 2007. saya sedang bergerak dari tomang menuju taman anggrek. saat itu ada perbaikan jalan di sebelah kiri. dari pertigaan, sebuah honda jazz melaju. dia berusaha menghindari lubang, dan saya tidak memberi jalan. brak, dia menabrak saya dan melaju, kemudian menepi. saya masuk ke dalam dan menepi. seorang perempuan yang berwajah tua dan pacarnya turun. dia berteriak keras-keras,
"lu gila ya? gua lagi puasa tau?!?!? gua ga mau marah!!! gua lagi puasa!!!"
dia membentak saya berulang kali.
"gua panggilin oom gua!" [emangnya siapa oom lu?]
"ini mobil saudara gua tau!" [so what? apa bedanya?]
akhirnya kita berdamai. kita sepakat untuk menggunakan asuransi mobilnya, dan saya membayar setengah pertanggungannya. dia mengaku bernama Pingkan [nggak peduli juga nama aslinya]. dia menutup pembicaraan dengan berkata,
"gua lagi puasa, jadi ga bakal lah ambil untung, jadi lu percaya aja sama jumlah yang gua minta ntar"
3 hari kemudian dia mengontak saya, meminta mengganti semuanya. great! bukannya dia sepakat kita bayar setengah-setengah? bahkan dia berkata begini,
"gua ke bengkel tapi belum cat, lu bayar aja deh 250,000, gua anggep selesai".
begini ya, pertama dia marah-marah, teriak, teriak, dan ngaku lagi puasa. kedua dia nguntungin dan ingkar janji... padahal lagi puasa. ketiga... sebagai orang yang mengaku beragama - dan berpuasa - nggak sedetik pun dia melihat cacat di mobilku. apa iya ini orang lagi puasa? jika anda adalah nenek lampir yang waktu itu [atau pacarnya... atau gigol*nya?]... saya maafkan anda. oh ya... saya nggak mau urusan duit lagi dengan anda. semoga tulisan ini jadi tamparan keras buat muka anda jika anda membacanya. saya nggak gitu yakin sih kalau wanita secerdas anda cukup akrab dengan teknologi.
kejadian keempat
awal 2008. saya sedang naik mobil, di jalur paling kanan, di samping jalur transjakarta, a.k.a. busway [busway = lajur bus, jadi jangan disebut "jalur busway" karena berarti "jalur lajur bus"]. saya memberi sein kanan. sebuah motor dari kanan malah mempercepat lajunya. brak, motor tersebut terjatuh. ada bekas lagi di mobil saya. orang di motor itu membuka helmnya dan berteriak,
"bego lu ya?!?!?! kalo mau belok kanan, masuk jalur busway!!! liat tuh semua masuk jalur busway!"
saya sebal kesal dan muak. pertama orang ini menyebut jalur transjakarta sebagai jalur busway. kedua dia menggunakan logika "jika semua orang makan ta*i, maka kita juga harus makan ta*i". orang ini masih belum berhenti, dia mengeluarkan amplop coklat dari jaketnya,
"lu mau kekerasan, gua udah banyak masalah tau! liat nih! liat nih!" [sambil menunjukkan amplop coklat yang bahkan saya tidak tahu isinya sampai sekarang]
buat si botak yang mungkin amplop coklatnya berisi data kemoterapi... kalau anda melihat tulisan ini... saya maafkan anda, dan logika bodoh anda. tidak perlu transfer apa-apa, karena saya muak.
oh ya... ngomong-ngomong... anda salah satu orang di atas? atau pernah bertindak menyebalkan seperti salah satu orang di atas?


6 komentar:
Hwahahahahah...
Poor you.. Gw ga setuju tuh sama tante2 yang sok ngaku puasa itu. Puasa kok marah2. Cih..
akhirnya kamu rajin lagi ngisi blog lagi bi. Keep it up ya!
dia ga marah kok er... kan dia sendiri yang bilang
"lu gila ya? gua lagi puasa tau?!?!? gua ga mau marah!!! gua lagi puasa!!!"
"lu gila ya? gua lagi puasa tau?!?!? gua ga mau marah!!! gua lagi puasa!!!"
"lu gila ya? gua lagi puasa tau?!?!? gua ga mau marah!!! gua lagi puasa!!!"
:D :D :D
Loe gak gila ya? Gua lagi gak puasa tau! Gua mau marah!!! Gua lagi gak puasa!!!
ya gila gak loe? Gua lagi gak tau puasa! Mau marah gua!!! Gak puasa lagi gua!!!
Anyway, after all we are all just an ordinary people, right?
Pertama tama, gw konfirmasi dulu kalau gw tidak terlibat dalam kejadian manapun itu (^_^)
Salut juga dengan kesabaran lu :-) Seandainya bisa ditularin setengahnya saja ke para pelaku tersebut...
Waduh komplit bener cerita pengalaman di jalanan jakarta, hehe.. coba mandi kembang pak, supaya gak apes lagi :-p
Waduh komplit bener cerita pengalaman di jalanan jakarta, hehe.. coba mandi kembang pak, supaya gak apes lagi :-p
Post a Comment