seorang teman lamaku menelpon sore tadi, dia hendak menikah bulan depan. sudah lama kami tidak berbicara. saat kuliah dulu, akulah konsultan pribadinya. temanku ini salah satu orang yang menganggap aku ekstrim dalam memandang masalah pacaran, jodoh, perkawinan, dan hal-hal yang berkaitan dengan itu.

singkatnya, temanku bercerita bahwa dia sebenarnya ragu-ragu dengan calon suaminya. setelah berbicara cukup lama aku menceritakan padanya sebuah kisah lama. sebuah kisah tentang plato.
suatu hari, plato bertanya pada gurunya, "apa itu cinta?" gurunya menjawab, "ada sebuah hutan di depan, berjalanlah ke dalamnya, ambil satu ranting yang kamu anggap paling baik, dan kembalilah ke sini". plato berjalan ke dalam hutan. setelah cukup lama, plato kembali dengan tangan kosong. "aku berjalan di dalam hutan, mengambil satu ranting, kemudian berjalan lagi aku menemukan sebuah ranting yang kuanggap baik. ranting yang lama kubuang, kuambil ranting yang baru. tapi aku berpikir, mungkin aku akan mendapat ranting yang lebih baik jika aku berjalan lebih jauh. ranting di tanganku kubuang. akhirnya, aku tidak mendapatkan ranting satupun" gurunya menjawab, "itulah cinta"
di hari yang lain plato bertanya pada gurunya, "apa itu perkawinan?". gurunya menjawab "masuklah lagi ke dalam hutan, tebanglah pohon yang paling tinggi dan indah, kemudian kembalilah ke sini". plato berjalan ke dalam hutan, dan kembali dengan membawa sebatang pohon yang kecil, tidak indah. "dari pengalamanku, aku sulit mendapatkan ranting. setelah berputar-putar cukup lama, aku tidak ingin kembali dengan tangan kosong. jadi sebelum kembali, kutebang pohon yang biasa saja ini". gurunya menjawab, "itulah perkawinan"
temanku terdiam. dia berusaha menjawab dengan suara parau... hampir menangis.
aku berusaha menghiburnya. menurutnya, dia sudah berusaha berusaha mencari yang terbaik selama masa pacaran, tapi dia ragu karena orang pada intinya akan berubah. dia juga ragu, apakah pilihan yang terbaiknya memang benar-benar yang terbaik.
ya, semua orang akan berubah. masa pacaran tidak menggambarkan semuanya. walaupun tergambar hampir semuanya, orang tetap akan berubah. yang tadinya lembut, dapat menjadi kasar. yang tadinya cantik dan langsing, dapat menggendut. yang tadinya setia, dapat puber ke-2. yang kekanak-kanakan, dapat menjadi dewasa. yang tadinya miskin, dapat menjadi kaya. yang tadinya pemurung, dapat menjadi periang. yang tadinya pendiam, dapat menjadi cerewet. yang tadinya menyebalkan, dapat jadi menyenangkan. ...atau sebaliknya.
kita tidak pernah tahu... dan tidak akan pernah tahu.


24 komentar:
Seorang wanita berharap bahwa kekasihnya akan berubah setelah mereka menikah, namun kenyataannya, sang suami (hampir) tidak berubah...
Sebaliknya, sang pria berharap kalau-kalau kekasihnya tidak berubah setelah pernikahan, nyatanya sang istri berubah (banyak).
Pacaran memang butuh cinta... namun perkawinan lebih ditekankan pada komitmen, karena cinta bisa berubah seiring waktu...
Cinta itu lebih ke arah bagaimana kita bisa menerima kekurangan, bukan ke arah bagaimana kita mendapatkan kesempurnaan. Lebih ke arah berbagi duka, dan bukan hanya berbagi suka..dan cinta itu kadang memang membuat kita buta, tapi dari kegelapan itu, kita justru bisa melihat keindahan abadi..
Ceileee bahasanya...gak nahannnn... hehehehe :-p
hmm....
makanya Bi... cepatlah punya pacar.. he3...
jangan tralu milih2.... ha3
dan lo tau ga mas..?
ini juga yang bikin gw nangis td malem..
hehehhee, i'm wondering right now.. did someone tell you about something?
what a nice coincidence..
uumm, i lil'bit agree with your article with Plato's thing..
kita ga bs smudah itu mendapatkan apa yg kita pgn.. mungkin dengan kerja keras dl, nangis2an dl, gontok2an dl baru kita bs dapetin apa yang kita pgn.. atau mungkin juga stelah melalui itu smua, justru kita yang berubah.. supaya bisa lbh sesuai dgn yang pada akhirnya jg merupakan keinginan kita. ga tau ya mas, klo aku justru dgn mendapatkan sesuatu yang mudah, ilangnya pun jg lbh mudah..
naif banget klo ada yg mewujudkan keidealisannya dalam menentukan akan brakhirnya dgn siapa kita nantinya..
ranting yang baik pun, blm tentu bs baik juga untuk dijadikan kayu bakar.. jadi ga bermanfaat jg..
ranting yang tidak baik juga blm tentu kbalikannya.. bs jd memang ranting itu tidak baik utk dijadikan apa pun.. tp ada kmungkinan ranting itu bs jd ranting yg bermanfaat.
sama halnya spt org yg mo nikah..
knp si yg djadikan pertimbangan adlh org tua yg blm kenal siapa anda, finansial, dan sgala hal lainnya?
trs klo ud kenal dan org tua ga stuju, hubungan yang ada lsg bubar gtu aj.. tanpa diperjuangkan trlebih dahulu?
melalui pendekatan k org tua atau pendekatan ke calon spy bs lbh masuk k kluarga? umm, susah dong ya klo kyk gtu..
ga ada satupun orang yang bs menyenangkan semua orang..
for me, org spt itu ga pantes utk mendapatkan pasangan hidup.. krn dia akan trs mencari, mencari, dan mencari..
U don't describe love, but you feel it..
Just feel it and follow it..that's how love works.. =)
misteri ilahi bi...
No one knows Bi...
Krn apa yg "terbaik" menurutmu ga selalu berarti yg paling km butuhkan...and sedihnya, org sll punya judgment sndiri trhdp org laen or partnernya : "kelebihannya....,kurangnya..." pdhl yg plg penting kan gmn slg melengkapi aja...
Jia You!!!
Marriage? Hm.., well, true.. it's a big mistery..
mates? even bigger...
It's dynamic subjects..
maybe, a good question that u should ask to yourself about your future partner is,
'can u trust his/her heart?'
(^.-)well (^.^)
then what's happened next would be just a consequence of the decision..
Rumus tidak akan berubah dalam kehidupan itu cuma 1 yaitu "Segala sesuatunya pasti berubah". Muncul memudar lalu hilang, timbul lalu tenggelam, ingat lalu terlupakan, bertemu lalu berpisah. Karena cinta dan perkawinan juga proses kehidupan maka mereka akan tunduk pada rumus yang sama. So what we do ? Realise, Accept and Change/Adapt
IMHO, mostly pasangan yg mendekati hari H married akan mengalami hal ini.. tiba2 mengalami sindrome "is she / he the one?". Pada saat memutuskan untuk married, biasanya pasangan dipenuhi dengan euforia, segalanya tampak indah, exciting dengan persiapan menjelang married.. pilih2 gaun pengantin, ngelist undangan, foto2.. tetapi saat semuanya sudah beres, pada saat "minggu tenang".. eh mulai back to reality.
Karena married adalah suatu keputusan yg besar, yg menyangkut masa depan seumur hidup, and no turning back.. orang jadi takut untuk mengambil keputusan yg salah.
Tetapi menurutku lagi, jodoh itu ngga ada. Yg ada adalah once you decided to say "i do", terimalah kekurangan dia. Kalo ngga, kita akan selamanya "mencari".. karena kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Tipikal orang ya, pas nyari pacar dia nyarinya "pajangan". Yang cewek sukanya nyari cowok yang cool, keren, ganteng, tongkrongannya jaguar (pake "b"). Mereka ga mikir cari yang care, bisa diajak susah seneng. Yang cowok juga sama aja, nyarinya yang cantik dan body aduhai aja. Nggak mikir ntar diajak ngomong ga nyambung sama sekali. Yang dicari orang pas nyari pacar itu ya spesifikasi "pacar"... sekedar temen plus-plus. Banyak orang ga mikir untuk cari spesifikasi "pasangan hidup".
Carilah orang yang cocok, kira2 ada kesamaan, dari selera makan, hobby, tapi sekaligus bisa saling melengkapi, bisa diajak susah, bisa diajak seneng, jangan cuma yang bisa diajak jalan-jalan doang. Sisanya? Komitmen!
Iya kan? Sana gih tersinggung...
Kebenaran tidak pernah menjadi objek...ya bi????always a subject....
alow abimono, salam kenal. gw mampir ke sini terbang dari blognya donna. Ternyata banya bahan2 menarik di sini, It really is a nice blog.
Untuk sedikit menanggapi, menurut pendapat gw pribadi, cinta itu tidak ada batasan. Si a bisa bilang A, si b bisa bilang B si c juga bisa bilang C. Yang bener? untuk apa dibahas? semua orang bisa punya pandangan masing2 terhadap cinta. Karena memang cinta itu tidak pernah cukup hanya diungkapkan.
dengan cinta,
kocu
Keren....
Mencintai itu bukan berarti harus sempurna, perkawinan itu bukan penyempurnaan dari sesuatu yang kita cintai
abi...honestly I'm your secret admirer...
I juz want to share my opinion to you...I always say that I wanna have a boyfriend who comes from a good family, who can appreciate me and also my family, he must have a good relationship with God, and bla...bla..bla...
but, guess what, whenever I met that kind of guy...something missing, I can't love him...my heart can't love him..I don't know why...
based from that experience...I don't want to create any criterias again...because I know, when I meet "that guy" I'll know that he's the one that God send for me
juz open your heart and you 'll know
misteri bukan hanya milik pernikahan, misteri adalah milik kehidupan. Perubahan adalah keabadian, keabadian bukanlah kehidupan.
Jadi kenapa harus takut melangkah jika hanya karena takut akan perubahan. Melangkah dan hadapi perubahan karena hidup terasa lebih indah jika kita sukses menyikapi perubahan.
1. cinta adalah pada saat menerima orang lain apa adanya, jangan pernah mengharapkan seseorang yg kita cintai menjadi apa yang kita inginkan.
2. sah2 aja kita mempunyai syarat2 siapa yg jadi pasangan kita tapi jika ternyata kita hanya mendapat hanya 60% dari yang kita harapkan. apa kita masih mau cinta dia??
3. cinta adalah keputusan.
perfect...
...love at the beginning, commitment till the end, and God's involvement at the whole story...
Kita memang tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi, tapi jika kita yakin dan percaya itu adalah hal yang indah maka keindahan itu akan terjadi. Perkawinan butuh komitmen yang kuat, aku sadar itu dan itu juga kata sobat baik ku....
sobat baik? siapa tuh yullll? ^_~ *wink*
I'm afraid of marriage.
Tapi seperti kata lo, everybody's changing....termasuk kita. Apakah kita juga bisa jamin bahwa kita will remain the same? Makanya kalo pacaran jangan pake topeng, pretend to be someone who's perfect..kalo gak..It'd be such a big lie.
kalo orang jawa bilang hidup ini seperti bermain wayang, pernah nonton wayang? didalam pementasan wayang pasti ada dalangnya,Kita harus menjadi dalang.Semua memang akan berubah dan yang abadi adalah perubahan,tapi perubahan yang arahnya lebih baik. Itu semua harus dari kita/diri sendiri atau kita yang harus menggerakan, seperti buku The Secret dari Rhonda Byrne : Meminta, Percaya dan menerima...
semuanya mistery. untuk mengurangi resiko gagal yah asuransinya cari dan tanya ma TUHAN.
Post a Comment