Thursday, February 01, 2007

bakteri di sekeliling kita

pernah dengar kalimat :


"gaji di perusahaan x tempatku bekerja ini kecil"
"di perusahaan x tempatku bekerja ini nggak enak... managementnya sucks"
"orang-orang di perusahaan x tempatku bekerja nggak asyik"


yang aneh, kalimat ini seringkali didengar dari orang yang sama, terulang setiap tahun. artinya orang yang mengucapkan ini banyak dari karyawan yang masa kerjanya lama. mari kita simak fakta berikut :

pertumbuhan bakteri lebih mengacu kepada pertambahan jumlah sel, bukan mengacu kepada perkembangan individu organisme sel. bakteri memiliki kemampuan untuk menggandakan diri secara eksponensial dikarenakan sistem reproduksinya adalah pembelahan biner melintang, dimana tiap sel membelah diri menjadi dua sel. berikut contoh jumlah sel hasil perkembangan bakteri, seiring dengan berjalannya waktu :

waktu -- jumlah sel
t1 -- 1 sel
t2 -- 2 sel
t3 -- 4 sel
t4 -- 8 sel
t5 -- 16 sel
t6 -- 32 sel
t7 -- 64 sel
t8 -- 128 sel
t9 -- 256 sel
t10 -- 512 sel

secara matematis, seharusnya sel bakteri terus bertambah, tapi kenyataannya tidak. suatu saat pertumbuhan bakteri akan berhenti karena sokongan nutrisi dari lingkungan tidak cukup lagi. akibatnya banyak bakteri yang mati. setelah itu juga terjadi penumpukan racun. semakin banyak bakteri yang mati. berikut kurva pertumbuhan bakteri :


berikut keterangan kurva pertumbuhan bakteri :

lag (lambat) : tidak ada pertumbuhan populasi karena sel mengalami perubahan komposisi kimiawi dan ukuran serta bertambahnya substansi intraseluler sehingga siap untuk membelah diri.

eksponensial : sel membelah diri dengan laju yang konstan, massa menjadi dua kali lipat, keadaan pertumbuhan seimbang.

stationary (stasioner/tetap) : terjadinya penumpukan racun akibat metabolisme sel dan kandungan nutrien mulai habis, akibatnya terjadi kompetisi nutrisi sehingga beberapa sel mati dan lainnya tetap tumbuh. jumlah sel menjadi konstan.

decline / death (kematian) : sel menjadi mati akibat penumpukan racun dan habisnya nutrisi, menyebabkan jumlah sel yang mati lebih banyak sehingga mengalami penurunan jumlah sel secara eksponensial.

di dunia kerja, seringkali satu orang mendemotivasi rekan sekantornya. tapi yang bersangkutan sendiri tetap bertahan lama, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun... dan seterusnya. mereka tetap bertahan di situasi yang menurut kesaksian mereka tidak enak. comfort zone? belum tentu juga! seringkali setelah ditelusuri, kenyataannya tidak seperti yang mereka katakan. mereka pernah membandingkan pekerjaannya dengan teman-temannya atau dengan pengalamannya di tempat lain. hasilnya? menurutnya, di tempatnya sekarang lebih baik. [kalau tidak, tentunya dia sudah pindah]. hanya saja orang tersebut terus mendemotivasi orang-orang di sekelilingnya. setelah direnungkan, ternyata pola ini mengikuti pertumbuhan bakteri. untuk menjaga "nutrisi" yang diperolehnya, secara alamiah seseorang akan mendemotivasi orang lain di tempat kerjanya.

homo homini cocci, manusia adalah bakteri untuk manusia lainnya. ingin menjadi bakteri bagi orang lain?

24 komentar:

Andrianto Suryana said...

Eh bi, kok elo bisa dapet artikel2 bagus kayak gini sih? Darimana bi??? Mau dounk... Hehe...

Satya Paramita said...

g setuju tuh...
memang ada orang2 seperti ini dimana..
hal ini bisa jadi..
1. dia mantep di tempat kerjanya, karena memang dia uda mentog (ngga diterima di tempat lain)
2. karena dia uda masuk comfort zone sperti katamu.
3. buat dia, pemasukan di perusahaan uda ngga ada pengaruhnya, karena dia juga punya penghasilan lain yang jauh lebih baik, dengan dia tetep bertahan diperusahaan itu, kesempatan dia untuk menjalankan 2 usaha, dengan 2 keuntungan bisa tercapai... ^_~
4. terlalu pd sama kemampuannya sehingga berpikir kalo org2 lama keluar maka kemungkinan dia dinaikkan menjadi lebih besar, padahal sebenarnya perusahaan pengennya naikin orang yang masih "baru" alias fresh..

A Ricky Trisna said...

NUTRISI BUTUH BIAYA.....

Diah Pitaloka Indah said...

Sebenernya bagus kalo blognya bisa di baca sama karyawan2 XXXX [censored]…

Dan gw, salah satu yang sempat bertemu dan mendengar langsung “bakteri2” ini berbicara…

Terus terang yang gw hadapain pada hari pertama gw masuk ke perusahaan ini adalah kata2 “Ngapain lu masuk ke sini,,, sayang banget…., nyesel deh lu masuk sini..” plus bla…bla…bla…. Pengaruhnya? Gw sempet mikir… mangnya salah apa gw masuk ke sini…. Kalaupun mereka ga seneng kerja disini... ga perlu dong ajak2 gw masuk kelingkaran mereka dengan bicara sama stiap anak baru ”ngapain lu masuk sini..”

1 tahun dah berlanjut.. dan masih juga gw mendengar hal2 tersebut…

gw sih kurang lebih setuju dengan analogi lu antara “bakteri” yang mendemotivasi dan anehnya beberapa tahun kemudian masih disini….

Heran memang…

Coba aja lihat apakah orang2 tersebut yang mengatakan seperti itu bisa berkembang dalam beberapa tahun kedepan

Dona Amelia Pramana said...

Setuju banget sama artikel ini..

Ada yang bilang ke aku (pengalaman pribadi nih), perusahaan XXXX gajinya kecil, buat biaya lain-2 aja ga cukup. Aku berpikir kalo dia ngrasa ga cukup ya cari tempat dimana dia bisa mencukupi kebutuhannya, bisa dengan cari tempat kerja lain, atau bisa dengan buka usaha sendiri. Itu pun kalo skill nya dia mencukupi syarat untuk itu. Jadi menurut aku, daripada triak-triak ke banyak orang dengan berkeluh kesah, lebih baik silence tapi bergerak mencari solusi. Itu cukup buat membuktikan baik ke diri sendiri maupun ke perusahaan dimana dia tidak puas bekerja, bahwa dia memang benar-benar berharga.

Menurut kamu ??

awang said...

buat m bak teri jangan tersinggung ya dengan tulisannya abi... :)

pesan saya :
m bak teri jangan mencelakakan orang lain... tapi jadi "nutrisi" dan pencegah "penyakit" seperti mbak-mbak yang lain ya...

Rahasia dongggg said...

Yang bikin artikel ini kemungkinan besar adalah VIRUS! Hahaha....

Purnomo Widanarto said...

Bagus bagus….hehehehe

Berarti:
Sumbu x: masa kerja
Sumbu y: kadar motivasi kerja

? ? ? 25 55

Katakanlah dia mulai kerja umur 25. pensiun umur 55. dia punya waktu 30 tahun untuk bekerja, kalo dilihat dari gambar diatas, berarti secara umum kayaknya orang-orang yang men-demotivasi rekan-rekan kerjanya adalah orang-orang dengan masa kerja yang udah cukup lama dong ya? Kira2 ada teori lebih detil untuk tanda tanya diatas diisi angka berapa? hehehehe

Boss Bakteri said...

Wong edan... Hahaha...

Regine said...

That's right, heran juga ya ada org yang hobinya mendemotivasi org, tp dianya kok masih di tuh kantor? I was the victim.

Jessy said...

Ini mah terjadi di mana-mana. Bener juga ya...

Kecoak Mabok said...

Sialan di kantor gwe juga banyak bakteri ternyata. Gwe sejak awal masuk sering dipanas-panasin buat keluar. Kenyataanya bakteri yang manasin gwe sampe hari ini juga masih ada.

Adrianto said...

Ternyata... Ternyata... terjadi di mana-mana...

HANTZ said...

Gue dah mo 6 tahun kerja di perusahaan ini, selama ini dah 6 tempat gue pindah2, bukan karena provokasi tp karena grass in the other side is greener...aku jadi bakteri buat diriku sendiri, tapi banyak benernya keputusanku pindah...ada yg bener2 really sucks deh.

Sisca said...

Gwe mah udah dari dulu banyak yang manas-manasin buat keluar dari tempat gwe yang sekarang. Ternyata sampai detik ini yang manas-manasin gwe juga masih bertahan. Gwe forward ah artikelnya ke mereka.

Rosie said...

G kerja gak pernah awet hehe... soalnya kl g gak suka ya g langsung cabut. Berarti gak pernah jadi bakteri dong ? ^_^

- A R I E F said...

Kalo udah gini, manager/bos kemungkinan adalah Pimpinan bakteri yang ngak becus donk. Masak biarin anak buahnya saling meracuni.

Tapi rasanya aku belum pernah ngeliat di buku biologi, kalo bakteri punya pimpinan, lagian bakteri juga tergolong tanaman. Kemungkinan kejadian model gini cuma organisasi yang pimpinannya sih keliatan ada, tapi sama aja kualitasnya dengan bakteri lain, jadinya ngak ada memimpin dan dipimpin. Malah racun meracuni hehehe...

Astried Anggraini said...

Kalo menurut aku, baik secara sadar maupun ga, semua orang pernah jadi bakteri..
Ada saatnya kita lagi ga mood kerja ni.. lagi sebel sm bos.. merasa useless .. dll, akhirnya kita curhat colongan ni.. Pada saat itulah muncul sedikit demi sedikit koloni dari bakteri,.. yang bisa mempengaruhi cerita orang, setidaknya mempengaruhi image orang tersebut terhadap orang yang menjadi obyek cerita..

Tergantung bisa dihancurkan dengan imune di diri masing-masing atau tidak..
Iya ga si??

Renata Indriana said...

Abi, kamu bisa bayangkan, seandainya bakteri itu konsul-nya sama aku (dan herannya selalu konsul) hehehe….bukan kamu kok, kebayang rasanya jadi ‘tempat sampah’ khan ? dimasukin terus sampah…. Untungnya, tempat sampahnya punya kemampuan mensortir sampah. Jadi sampah yang lolos sortir ya nantinya di-daur ulang. Sampah yang gak lolos sortir, dicuekin ajah….

artinya : telan yang perlu ditelan, muntahkan yang tidak perlu ditelan. Dengan begitu, kita lebih enteng dalam bekerja, dan tidak akan sampai jadi bakteri.

Rumus ini, berlaku untuk dimanapun kita bekerja. Karena (yakin deh) tidak ada satu company-pun yang akan memuaskan seluruh keinginan kita, kecuali bikin company sendiri (aturannya suka-suka gw). Dan yakin juga, di company yang paling oke pun, bakteri selalu ada.

Begitu ya….

Konselor para bakteri….hiiiiyyyy….

Sherly Pendy said...

btw, sometimes qta jg ga sadar bhw terkadang qta jg pernah berfungsi sbg bakteri.. emang utk jd bakteri jauh lbh mudah, krn yg namanya manusia (apa bakteri yah) pasti ga pernah puas.. so kadang kalo lg ga puas, biasanya curhat nya keluar ke bakteri lain..

tp kalo qta lg di-bakteri-in, seharusnya bangga lhoo.. berarti si bakteri itu menganggap qta "lebih" dan "deserve" yang lebih baik di tmpt lain.. means that ur skill & ability dianggap lebih sehingga pasti bisa survive di tmpt yg jauh lbh baik.. :-)

so, utk pertahanan diri dari bakteri2 tsb, kudu mempersenjatai diri dng vitamin2 or suntikan2 lain jg kali yeee, biar ga terjangkit jd bakteri jg.. hahaha..

Ni Luh Wayan Purniwati said...

So my comment “bakteri” dalam jumlah tertentu tdk jelek, tergantung imun orang yang terjangkit, diambil sbg motivator or demotivator????. Di setiap organisasi bahkan di setiap segi kehidupan bakteri ini pasti dan harus ada, tappiiiii tetap dimanage sama “filter bakteri” hehehehe… Yang ada di nikmati, kalau ndak puas cari resto lain.. gitu aza koq refoot…. Tapi most people “suka refot” tanya kenapa???????

anak betawi said...

Dr sluru comment di blog ini... cuma comment paling atas di artikel ini yang paling ga mutu. Hehehe.

Andry said...

gw dah 4 tahun bekerja di perusahaan yang sama..

yah sama seperti yang lainnya... mo dibilang enak... gak juga koq... mana ada sih jadi anak buah enak.. sering kali manajemen + pimpinan menyebalkan tapi itu tidak mengganguku.. gw tetap enjoy bekerja karena basically aku menikmati apa yang gw kerjakan...

at least one day kalo jadi boss, gw ga mau becoming one of them...

Erni Isnaniar said...

Menurut gw ya, Bi. It's very natural to be dissatisfied with your life. Enough or not enough is just A STATE OF MIND. Pernah nonton the Pursuit of Happiness? Please do. Saat seseorang menjadi bakteri menandakan dia ga puas sama hidupnya dan berusaha membuat orang memahami ketidakpuasannya itu. These people truly bring negative energy for the rest of the team.
Waktu gw pertama kali pindah gw ditanya, kenapa sih mau pindah kesini? disini kan gajinya kecil, karirnya lama naik and blah-blah-blah. Trus pake nanya apa gw "terbutakan" sama nama As***. Gw bilang, ada empat pertimbangan berurutan yang gw pikirkan saat memutuskan pindah kerja.
1) Appreciation; ini bukan soal gaji tetapi lebih banyak ke working environment, supportive? memungkinkan kita buat berkembang?
2) Knowledge; setiap kali pindah kerja gw harus lebih pintar dari sebelumnya. Gw pertama belajar administrasi, desktop development, web development dan skr di T*** gw belajar SAP development. Off course karena gw masih bau kencur, eh, mawar makanya gw masih fokus ke knowledge. Kalo gw dah kayak abi sih, knowledgenya gw ganti jadi challenge :)
3) Money..money..money; hey.. don't be such a hypocrite. We need it, for heaven's sake.
4) The Company; Nah, ini membuktikan gw ga buta sama nama As***, ga penting lageee... kerja di pers kacangan juga kalo gajinya lebih gede gw asik2 aja hohoho
Nah, semua orang punya prioritas yang berbeda. Kalau orang ke kantor cuma buat nunggu gajian bulan depan sih, ga usah berharap di apresiasi sama perusahaan dong, emang punya nenek moyang dia apa? Banyak kok kejadiannya di T*** juga, termasuk salah satunya tetangga belakang gw. Tanya siapaaaa???

# Peace, ditulis dalam keadaan sober dan emotionless